Ternyata...!!! Rasulullah "Melarang" Kita Meminta Oleh-oleh Dari Teman yang Sedang Berpergian Loh...!!!

BACA JUGA: TERNYATA...!!! "AIR HATI DARI BATANG PISANG" TERNYATA MAMPU MENGATASI 20 JENIS PENYAKIT, DIANTARANYA: AMBEIEN, AMANDEL DAN RADANG GINJAL DLL..!! (( BUKTIKAN KECINTAANMU TERHADAP SESAMA, BAGIKAN ))

Meminta oleh-oleh ketika sahabat atau keluarga bepergian sdh seperti tradisi bagi masyarakat saat ini, “Jangan lupa oleh-olehnya ya..” adalah kalimat yg biasa terdengar ketika kita atau saudara akan bepergian.

BACA JUGA: Bawang Merah Dan Putih Mampu Keluarkan Racun Dalam Tubuh Lewat Kaki, Begini Caranya

Tapi apakah anda tahu bahwa Nabi Muhammad melarang seseorang muslim untuk meminta – minta dari orang lain, tanpa terdapat kebutuhan yg mendesak. Perbuatan meminta – minta menggambarkan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan juga menampilkan terdapatnya kecendrungan kepada dunia dan juga kemauan utk memperbanyak harta.



Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengabarkan barangsiapa yg melaksanakan perbuatan meminta – minta yg hina ini, hingga ia hendak tiba pada hari kiamat dalam kondisi tidak terdapat sepotong dagingpun yg menempel di wajahnya. Ini bagaikan balasan yg sesuai menurutnya kareka minimnya kerasa malu ia buat meminta – minta kepada sesama makhluk.

“Terus – menerus seorang itu suka meminta – minta kepada teman sampai pada hari kiamat ia tiba dalam kondisi di mukanya tdk terdapat sepotong dagingpun,” (HR. Al – Bukhari no. 1474 dan juga Muslim no. 1725).

“Sesungguhnya harta ini merupakan lezat dan juga manis. Hingga siapa yang menerimanya dengan hati yg baik, tentu dia hendak menemukan berkahnya. Namun, siapa yg menerimanya dengan nafsu serakah, hingga ia tidak hendak menemukan berkahnya, ia seperti orang yg makan tetapi tidak sempat terasa kenyang. dan juga tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al – Bukhari no. 1472 dan juga Muslim no. 1717).

Ringankanlah orang yg menempuh Safar karna safar merupakan potongan dari azab. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,

”Berpergian (safar) itu merupakan sebagian dari siksa. dia membatasi seorang dari makan, minum dan juga tidurnya. hingga apabila seorang telah tuntas dari urusannya hendaklah dia lekas kembali ke keluarganya,” (HR Bukhari dan juga Muslim).

“Dikatakan penggalan dari azab, karna safar hendak meninggalkan seluruh yg dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).

Bisa jadi yg diartikan dicintai ini merupakan keluarga yg dia cintai, rumah yg nyaman, ibadah yg teratur, dan juga lain – lain. Sedang tiap ekspedisi tdk terdapat jaminan hendak dpa kembali, kemudian kenapa kita bebani dengan titipan dan juga amanah yg membebani.

Sekadar panduan buat yg bersafar, buat melindungi kerabat kita dari meminta, bila berkelebihan rezeki hendak lebih indah bila kita berikan sedikit oleh – oleh karna tangan di atas lebih mulia.



Dan panduan buat yg menerima oleh – oleh bersyukurlah atas tiap wujud rezeki yg didapat karna dengan bersyukur kita hendak terus menjadi menemukan nikmat yg banyak.

Sumber: saikibuzzer.com
close
=== [ Klik disini 1X ] [ Close ] ===