loading...

Digombali Terus Oleh MahasiswaNya, Dosen Cantik Ini Menjawabnya Pakai Kalimat Yang Tak Terduga...!!!


BACA JUGA: Dengan 3 Amalan Ini, Dosa Zi-na Kita di Masa Yang lalu Akan "Terampuni".... No 2 Paling Mujarab...

Suryani (28) seorang warga Maros menjadi dosen muda di kampus Stmik Dipanagara Makassar sejak tahun 2015 lalu.

Meski hanya mengendarai sebuah motor metik jenis Honda Spacy, namun perempuan kelahiran Maros 4 Januari 1988 ini tdk pernah mengeluh.

Warga jalan poros Bantimurung kilometer 2, nomor 187 Kelurahan Boribellaiya, Kecamatan Turikale ini, tdk pernah takut make up-nya luntur saat terkena hujan deras saat berangkat mengajar.

Mantel atau jas hujan tdk pernah lepas dari bagasi motornya. Jika sementara perjalanan, Suryani tdk malu utk berhenti di tepi jalan untuk pakai mantel.

Putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Hj Nurjannah dan A Zainuddin ini, tak pernah absen untuk mengajar mahasiswanya. Dia bahkan lebih awal masuk ke ruangan kelas untuk mengajar dibanding mahasiswanya.

Suryani tidak pernah memarahi mahasiswanya yang terlambat datang. Namun dia menegur secara halus. Hal tersebut membuatnya kerap digombal dan dipuji oleh mahasiswanya tersebut.

Bahkan ada juga mahasiswa yang mempertanyakan status pernikahan. Suryani tetap menanggapinya dengan senyuman dan meminta mahasiswanya fokus belajar dan menyelesaikan kuliah dengan nilai IPK terbaik.

"Mahasiswa biasa bertanya, panggilnya Ibu atau Kakak. Kadang juga ada yang bertanya, sudah punya pendamping hidup atau belum. Saya jawab seadanya saja. Soal gombal itu sudah biasa di kalangangan mahasiswa," kata lulusan terbaik utama dengan IPK tertinggi 4,00 D3 Stmik Dipanegara Makassar 2008-2011 ini.

Lulusan dengan IPK tertinggi 4,00 S1 Stimik Dipanegara Makassar2011-2013 ini, selalu menegaskan kepada mahasiswanya untuk menjadi perempuan atau pria yang luar biasa dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.

Bukannya bangga dengan kata-kata gombal dan paras cantik atau gagah. Tapi harus bangga dengan prestasi yang diraih.

BACA JUGA: Merinding Banget Saya, Ketika Mengetahui Ada Tukang Soto Yang Kaya Gini...

"Kalau dosen, sebagai sesama dosen di lingkungan kampus saya katakan profesional. Lain halnya di luar kampus, ada beberapa dosen memiliki ketertarikan kemudian diungkapkan, saya rasa itu wajar-wajar saja," kata alumni SMA Negeri 1 Maros ini.

Sejak menjadi dosen tahun 2015 lalu, Suryani belum pernah patah semangat. Dia terus bersemangat, untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai dosen.

Sebagai dosen Suryani optimis harus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, merubah sesuatu menjadi lebih baik,  sehingga duka yg seharusnya dirasakan, dapat diolah menjadi suatu kebajikan dan dirasakan sebagai suka.

Sumber: POSBELITUNG
loading...
close
[Klik disini 2X] [ X ]