Wanita Ini Dengan Kulit Merahnya, Nikahi Pria Normal Ternyata Anaknya di Luar Dugaan!!!

Seorang wanita bernama Stephanie Turner berusia 24 tahun asal Arkansas, Amerika Serikat ini menjadi salah satu wanita di dunia yg mengalami kelainan genetik pada kulit. Sejak dilahirkan , Stephanie memiliki warna kulit yg berbeda dgn kulit manusia normal. Kulit Stephanie berwarna merah seperti darah akibat pertumbuhan kulitnya 7 kali lebih cepat dari kulit manusia normal.

Stephanie di duga telah mengidap penyakit yg disebut Harlequin Ichthyosis. Kondisi kulitnya itu  membuat kulitnya lebih peka terhap bakteria, dan membuat kepalanya menjadi botak.

Walaupun tumbuh dgn kondisi kulit yg langka, tetapi Stephanie tetap tumbuh menjadi wanita normal. Dia wanita yg berpendidikan dan punya cinta. 

Hingga pada usia dewasa, Stephanie memutuskan menikah dgn pujaan hatinya pada tahun 2010. Beberapa bulan menikah , Stephanie dan suami di anugerahi seorang janin.

Namun lagi – lagi ,  Stephanie harus menghadapi cobaan yg sangat berat setelah dokter kandungan memintanya utk menggugurkan janin karena kondisi kulitnya sangat bahaya bagi kesehatannya.

Bahkan dokter sempat memvonis hidup Stephanie tak akan bertahan lama jika melahirkan. Begitu juga dengan kondisi bayinya setelah dilahirkan .

Hal ini disebabkan karena  kondisi Harlequin Ichthyosis juga menyerang imun tubuhnya yang membuat tubuh jadi merah, rambut sulit tumbuh, penyakit ini juga membuat kulit rentan terhadap bakteri atau virus. Sang penderita juga selalu merasakan gatal.

Namun Stephanie tak mengikuti kemauan dokter , Stephanie yakin jika Tuhan punya rencana yg lebih baik daripada vonis dokter.

“Aku tidak setuju dengan pendapat dokter ini. Hidupku bukan ditentukan oleh dokter,” kata Stephanie.

Stephanie pun terus menjaga janinnya hingga sampai proses kelahiran pun tiba. Tak pernah ada yg menduga bagaimana kondisi janin yang dikandung Stephanie. 

Walaupun kondisi pigmen kulit Stephanie sangat jauh dari kata normal tetapi luarbiasanya , anak yang dilahirkan justru normal dan menggemaskan. 

Anaknya lahir tanpa ada tanda-tanda penyakit layaknya Stephanie. Vonis dokter dinyatakannya salah. Gen yang dimiliki anaknya mungkin bisa berasal dari gen suaminya, Curtis.

Stephanie pun sangat bahagia dengan anugerah Tuhan untuk keluarganya ini. Kini Stephanie bisa membuktikan jika tak semua vonis yang diberikan dokter itu benar. Tuhan lebih punya rencana lain yang lebih indah untuk dirinya.


“Sungguh ini kuasa Tuhan,” kata Stephanie.

http://palingseru.com/
loading...