WAJIB BACA DAN BAGIKAN : Berani Hina Janda??? Ini Akibatnya!!!

Sekumpulan laki-laki yg belum menikah serta beberapa diantaranya telah beristri dalam satu perkunmpulan tdk resmi bercanda soal janda. Entah apa yg mereka inginkan dari perbincangan itu. 

Mulanya salah satu dari mereka membagikan berita tentang banyak jumlah janda karena pernikahan tanpa ilmu serta iman, gurauan mereka semakin tidak manusiawi. Terlalu berlebihan sampai terdengar secara nyata menghina para wanita yang berstatus janda. 

Salah seorang di antara mereka berkata, 

“Sayang banget ya nikah sama janda. Sayang khitannya. ” 

Dan banyak lagi kalimat-kalimat menghina yg ditujukan pada janda, Hal itu makin menunjukkan dangkalnya logika mereka sebagai seorang manusia yg sudah pasti terlahir dgn perantara bapak dan ibunya. 

Padahal dalam Islam sendiri bercanda itu diperbolehkan. Namun ada syaratnya. Salah satunya adalah tdk bercanda dgn suatu hal yg berbau dusta. Kedua, tak berlebihan dalam bercanda. Ketiga, tidak ada maksud untuk merendahkan atau menghina yg lain. Bila tiga syarat itu dilanggar, bercanda seseru apapun akan jadi dosa. Bila telah berbuat dosa, pembahasannya dapat jadi sangat panjang. 

Saat seseorang bergurau tentang janda, saya hanya berpikir kalau otak mereka tengah trouble. Saya tdk berani mengatakan tdk waras, karena saya yakin kalau mereka dapat berpikir dengan baik. Hanya saja, mereka tdk ingin melakukannya. 

Bagaimana mungkin mereka tega mengejek janda, Karena seburuk apapun seseorang janda itu, ketika ada begitu banyak sosok-sosok yang ditinggal suami serta malah menemukan kecemerlangan dalam hidup karena melakukan ujian menjalani kehidupan didunia tanpa suami dengan tabah. 

Bukankah 10 dari 11 istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yaitu para janda? Serta hanya satu yang dinikahi dalam keadaan belum bersuami. 

Artinya, jika kalian akan berpikir ekstrim, jadi nikahlah pertama kali dengan janda saat umur kalian 25 th. serta janda itu berumur 40 th. layaknya Rasulullah yang menikahi Ibunda Khadijah. 

Bukan hanya itu, Nikahilah seorang wanita yang telah dua kali menikah, atau kalian harus jadi laki-laki ketiga seperti langkah yang sudah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. 

Sesudah istri pertama wafat dunia, jangan dahulu menikahi wanita yang belum pernah menikah dengan umur belasan th.. Sebab, istri ke-2 Nabi yaitu Ummu Saudah binti Zum’ah yang saat dinikahi Nabi berstatus sebagai janda beranak lima. 

Baru setelah itu, silahkan menikahi wanita yang belum pernah menikah sebagaimana Rasulullah menikahi Bunda ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhuma. 

Jadi, diakui atau tidak, segera atau tidak, Bila Anda menghina wanita ynag berstatus Janda, jadi Anda sudah menghina Bunda Khadijah serta Bunda Saudah dan Ummul Mukminin lainnya, walau dengan gurauan. 


Serta satu hal yang mungkin kita lupa ; ibu, istri, atau saudara wanita kita sangat begitu berpeluang untuk jadi janda! Dan saat itu benar-benar terjadi, penyesalan telah tidak bermakna lagi. Penyesalan tidak akan dapat menunda hadirnya kematian. 

Wallahu A'lam.

SUMBER : kabarmakkah.com
close
=== [ Klik disini 1X ] [ Close ] ===