loading...
loading...

"Menyentuh Hatiku"! Inilah Perjuangan Bocah Dengan Leukemia Yang Dideritanya, Dia Tempuh 400 Km Untuk Berobat

loading...
loading...
Cobaan demi cobaan dihadapi bocah ini. Bermula dari ditinggal pergi ibunya saat masih berusia 2 tahun, lalu kini terkena kanker.


Meski terkena kanker dan hidup dalam kemiskinan, tapi bocah 11 tahun ini tidak menyerah. Dia bahkan rela sendirian menempuh jarak 400 km untuk pengobatan kankernya.

Shi Luyao, anak laki-laki berusia 11 tahun dari Desa Bengjing, Provinsi Guizhou, China, terkena demam tinggi pada 2013 silam. Selanjutnya dari hasil cek kesehatan, diketahui dirinya terkena leukemia limfoblastik akut (ALL).

Kemoterapi yang tidak singkat harus dijalani Shi agar benar-benar sembuh. Namun tantangan lain muncul, terkait dengan biaya pengobatan yang mahal. Hanya 30 persen biaya yang ditanggung asuransi, sehingga ayah Shi harus meminjam uang sekitar Rp 389 juta.

Dikutip dari Asia One, Shi menjalani pengobatan di rumah sakit di Kunming yang jaraknya sekitar 400 km dari rumahnya. Perjalanan dimulai dengan pergi ke kota Liupanshui dengan bus. Selanjutnya Shi akan naik kereta menuju Kunming. Perjalanan itu dilakukannya seorang diri.

Pertama kali menjalani pengobatan, Shi bahkan harus menunggu kereta selama enam jam. Saat itu, kata Shi, dia ingin sekali menangis. Tapi air mata dia tahan sekuat tenaga karena tidak ingin orang tahu apa yang dia lakukan dan rasakan.

Setelah terapi dilakukan, biasanya pasien diminta berbaring sejenak. Namun Shi justru buru-buru meninggalkan rumah sakit, meskipun hari sudah larut dan dia kemudian harus menunggu fajar di stasiun. Alasannya satu: dia tidak mau ketinggalan pelajaran di sekolah.

Straits Times melaporkan Shi pernah meninggalkan bangku sekolah selama dua tahun karena leukemia yang dihadapinya. Meski demikian dia tidak pernah berhenti belajar. Setelah kondisinya membaik, dia minta kembali bersekolah.

Salah satu guru menyebut Shi sebagai murid yang pintar dan rajin. Meski memang sehari-hari Shi tampak kesepian. Untuk itu gurunya meminta empat teman sekelas Shi untuk belajar bersama dan menjaga Shi agar bocah itu tak terlalu kesepian.


ALL merupakan jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Faktor risiko untuk ALL antara lain terpapar sinar X sebelum lahir, terpapar radiasi, riwayat kemoterapi, perubahan genetik tertentu dan gangguan genetik tertentu seperti Down Syndrome. Jika terjadi gejala mencurigakan pada anak, segera kunjungi dokter karena ALL bisa memburuk dengan cepat jika tak kunjung ditangani. 

http://health.detik.com/read/2016/10/04/205953/3313438/1202/menyentuh-perjuangan-bocah-dengan-leukemia-tempuh-400-km-untuk-berobat
loading...
close
[click disini aja 2X]
loading...