loading...

Tidur di Masjid Ada Aturannya Loh, Posisi Kaki Jangan Seperti Ini...


Selama bulan puasa ada baiknya ummat muslim lebih sering mendekatkan diri ke Allah SWT dgn memperbanyak melakukan ibadah di masjid. Di sana, mereka bisa beribadah kepada Allah SWT dgn khusyuk dan tenang. Namun, jika ingin istirahat di masjid tdk juga diharamkan.

Selama bulan Ramadhan ini banyak orang yg menghabiskan waktu di masjid untuk tidur setelah melakukan ibadah. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bogor, Ahmad Fathoni mengatakan, tidur di masjid sah-sah saja, asalkan mengikuti adab-adabnya. 

"Pertama ia harus suci dari hadas kecil maupun besar, kedua saat masuk masjid harus dengan kaki kanan dahulu, dan membaca doa masuk masjid,"

Selain itu, orang dianjurkan untuk melakukan salat Tahiyatul Masjid, dgn tujuan untuk menghormati si 'pemilik' masjid, dalam hal ini Allah SWT.

Setelah itu, sebelum tidur ada baiknya untuk mengucapkan niat bahwasannya dia tidur di masjid untuk beribadah.

"Niatkan saya iktikaf di masjid ini sunnah karena Allah taala," ucapnya. Dalam posisi tidur juga tidak boleh sembarangan. 

Kaki sebaiknya tidak menghadap langsung ke arah kiblat. 

"Jadi kiblat itu merupakan suatu hadapan yg suci, sehingga segla sesuatu yg tdk selayaknya dilakukan itu lebih baik dihindari," kata Ahmad.

Adapun waktu-waktu yg diperbolehkan untuk tidur, salah satunya yakni sebelum waktu Salat Zuhur atau sesudahnya. 

Ia menuturkan, tidur yang disyariatkan yakni tidur choirullah, yaitu tidur utk menguatkan ibadah, seperti satu jam atau setengah jam sebelum waktu solat zuhur.

Agar saat beribadah bisa lebih segar dalam menjalaninya.

"Waktu yg tak dibolehkan untuk tidur yakni Bada (setelah) Subuh dan Bada Ashar. Karena sebagaimana kata rasul bahwa orang yg tidur pada waktu kedua itu bisa mendekatkan diri kepada fakir," ungkapnya.

Sumber: http://bogor.tribunnews.com/2016/06/20/tidur-di-masjid-ada-aturannya-loh-posisi-kaki-jangan-seperti-ini?page=3
loading...
close
[Klik disini 2X] [ X ]