[Coba Anda Baca Kisah Ini, Kalau Tidak Ingin Menangis Terharu..!!] Kisah Suami-Istri 4 Tahun Telah Menikah Yang Belum Di Karuniai Buah Hati


4 tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tdk merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri? kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.

Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. Mohon bersabar pak, kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. Istri anda mandul dan agaknya tdk ada harapan utk bisa hamil.

"Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepada istri saya, Dok". pinta sang suami.
"Maksud Anda?". Dokter pun kaget sambil bertanya
"Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul".

Dokter pun menjawab :

"Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah"
Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.

Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak-kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.

9 tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan 'kasihan yang wanita shalihah itu... Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul...' Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya. kata sang istri kepada suaminya.

Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya.

"Ini ujian dari Tuhan sayang Kita perlu bersabar...".
Mendengar nasehat tersebut, emosi istri sedikit mereda.
"Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku..."
Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal.

"Ini semua gara-gara kamu..." kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit.

"Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku...!". sambungnya.

Sang suami tidak menjawab. Ia terus menyabarkan sang istri. Setelah itu, ia pun mengabari sang istri bahwa beberapa hari ke dapan ia akan berangkat ke luar negeri.

"Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?". kata wanita itu dgn nada tinggi.

"Iya...".

Esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.

"Ini tugas dinas, Sayang... dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu...".

Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.

"Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri...!".

Mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yg mendonorkan ginjal untuk wanita itu.

Dengan izin Tuhan, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yg lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.

Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.

Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yg selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata ya mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yg tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yg ia temui. Ia kesal dgn suaminya yg pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.

Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yg paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.

Sumber: https://tausiah-pedia.blogspot.com/2016/06/jangan-baca-kisah-ini-kalau-tidak-ingin.html
close
=== [ Klik disini 1X ] [ Close ] ===