Wow...! Sering Buang Air Kecil (Kencing), Ternyata Berbahayakah Bagi Kesehatan?

Dalam istilah kedokteran, tidak jarang buang air kecill lebih dikenal dengan istilah overactive bladder (OAB). Berdasar definisi dari International Continence Society (ICS) thn 2002, overactive bladder (OAB) diartikan yang merupakan kumpulan gejala : urgensi, bersama atau tidak dengan inkontinensia urgensi, rata rata disertai dgn frekuensi & nokturia.

“Beser dapat dikatakan bersama kencing berkalikali lebih dari 8x/hari, atau 1 kali/ 4 jam, tidak cuma itu serta si penderita amat mau berkemih,” papar Dokter spesialis penyakit dalam & konsultan geriatri FKUI/RSCM, Dr Siti Setiati, SpPD K-Ger.
ilustrasi

Penyakit ini lebih tidak jarang menimpa wanita. Berdasarkan studi Asia Pacific Continence Advisory Board (APCAB) di negara-negara Asia, setidaknya 53 % perempuan di Asia terkena gejala overactive bladder. “Sekarang OAB tidak cuma dialami wanita tua, tapi pun kepada wanita di umur produktif (25-30 thn),” papar dokter yg biasa berpraktik di Nusantara Medical Center, Gedung Granadi, Kuningan.

Setiati mengemukakan, ada sekian banyak gejala terjadinya OAB. Jikalau gejala tersebut muncul, dapat memunculkan permasalahan baru, adalah masalah psikologis. Artinya, seorang yg menderita OAB menyebabkan tak dapat ke mana-mana (susah buat bepergian), rasa malu, hilang rasa yakin diri, depresi, merasa jadi beban, rintangan gerakan fisik & tugas, jalinan sosial, kesukaran kepada pola tidur, sampai masalah seksual seperti menghindari pertalian seksual.

Pasti saja, semuanya dapat mengurangi mutu hidup seorang. “Tidak nyaman, bau tidak sedap, kulit lecet, jatuh, insomnia (tidur terganggu) & dehidrasi, yakni akibat yg ditimbulkan kepada penderita OAB,” ungkap Setiati yg pula menjabat yang merupakan Ketua Acara Studi Spesialis Penyakit Dalam FKUI.

Ada tiga gejala utama yg mesti diperhatikan dikala mendiagnosis OAB yakni urgensi, frekuensi, & nokturia. Urgensi yakni gejala kemauan tiba-tiba yg kuat buat berkemih & susah ditahan, bersama atau tidak dengan inkontinens (mengompol) atau kesusahan menahan buang air mungil & kebanyakan diakhiri bersama mengompol atau urge incontinence. Frekuensi, yaitu keluhan dari pasien dimana berkemih terlampaui tidak jarang dalam satu hri (sama bersama poliuri), berdasarkan data dari ICS, frekuensi terhadap OAB didefinisikan yang merupakan tidak jarang berkemih sejumlah lebih dari 8 kali per hari(24 jam).

Sedangkan nokturia, adalah keluhan berkemih terhadap tengah malam hri atau terbangun terhadap tengah malam hri buat berkemih lebih dari 1 kali dalam 1 tengah malam. “Tidak normalnya buang air mungil kepada seorang ialah kalau ia telah melakukannya banyaknya 2 jam 1 kali tidak dengan mampu ditahan,” ungkap Setiati yg serta menjabat juga sebagai wakil Pemimpin Redaksi majalah kedokteran Acta Medica Indonesia (IJIM).

Hingga ketika ini belum didapati bersama terang penyebab penyakit ini, tetapi para ahli yg tergabung bersama Perkina (Perkumpulan Kontinensia Indonesia) menemukan adanya kontraksi yg berlebihan terhadap otot kandung kemih, yg menyebabkan sensasi utk buang air mungil paling sering dari kebanyakan.

“Faktor pemicu tidak jarang buang air mungil yakni lantaran adanya kesadaran turun, infeksi saluran kemih, obat-obatan (diuretik), kesukaran jiwa (depresi), susah bergerak (tak sanggup mencapai toilet), sembelit, & sebab perihal minuman (air gula, kopi),” ujar Setiati yg menjabat yang merupakan Seksi Ilmiah Perkina Pusat).

Sehubungan bersama penyebab timbulnya OAB, dokter ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pluit, Dr Med. Benny Santosa, Sp PD, mengemukakan, salah satu perihal yg menyebabkan penyakit ini timbul yakni sebab penyakit diabetes kepada satu orang. “Diabetes yakni penyakit yg mampu mengganggu fungsi syaraf, otot, & sebagainya,” ucapnya.

Buat pengobatan & pencegahan, sanggup dilakukan bersama sekian banyak trik contohnya bersama pemberian obat kolinergik. Obat ini bakal menopang buat mengontrol kemauan buang air bersama mengurangi kontraksi otot di dinding kandung kemih.

Obat ini akan meningkatkan kapasitas penampungan urine/air kencing terhadap kandung kemih & mampu menunda kemauan buang air mungil.

Penyebab Tidak Jarang Buang Air Mungil (Kencing)

Buang air mungil atau kencing ialah trik badan membuang limbah. Limbah ini dilepaskan dari metabolisme sel-sel, masuk ke dalam darah & hasilnya disaring oleh ginjal dari aliran darah buat dibuang melalui urin. Apabila seorang tak sanggup buang air mungil sehingga dirinya bakal sakit lantaran keracunan badan. Buang air mungil teramat dimanfaatkan buat menjaga kesehatan.

Tiap-tiap orang mempunyai frekuensi buang duit air mungil yg berbeda- beda. Sekian Banyak orang cuma buang air mungil 2 hingga 3 kali per hri, sementara ada orang yg hingga 10 kali ke toilet buat buang air tiap-tiap hri. Tak ada patokan berapa sebenarnya frekuensi yg normal. Perempuan sangat sering berangkat ke toilet daripada cowok. Factor ini tentang bersama volume kandung kemih, yg lebih agung terhadap cowok di bandingkan terhadap perempuan. Cowok memakan dikala lebih lama buat memenuhi kandung kemihnya maka mereka lebih jarang buang air mungil. Banyak-sedikitnya Kamu minum, cuaca hawa, & perihal lain pula berpengaruh terhadap frekuensi kencing.

Tetapi, seandainya Kamu buang air mungil jauh seringkali dari umumnya sehingga elemen itu bakal menunjukkan adanya masalah atau rintangan dalam badan. Mungkin penyebabnya antara lain :

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK adalah penyebab utama peningkatan frekuensi buang air kecil.

2. Diabetes. Sering buang air kecil sering merupakan gejala awal dari diabetes saat tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang tidak digunakan melalui urin.

3. Prostatitis akut. Prostatitis akut adalah pembengkakan dan iritasi kelenjar prostat yang berlangsung cepat. Prostatitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar prostat yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif. Kandung kemih mulai berkontraksi bahkan ketika masih memiliki sejumlah kecil urin.

4. Menstruasi. Hormon dalam tubuh perempuan berubah terus sepanjang bulan. Tepat sebelum menstruasi biasanya kelembaban wanita meningkat. Dalam beberapa hari menstruasi, kelembaban ekstra itu meninggalkan tubuh sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.

5. Kehamilan. Pada minggu-minggu awal kehamilan rahim mengalami perkembangan sehingga menekan kandung kemih, menyebabkan sering buang air kecil.

6. Sistitis interstisial. Radang dinding kandung kemih kronis yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di daerah kandung kemih dan panggul. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, setiap kalinya hanya mengeluarkan sejumlah kecil urin (Jawa: anyang-anyangen).

7. Kafein. Kafein menghambat kerja hormon antidiuretik (ADH). Hormon itu memastikan bahwa tidak terlalu banyak air dalam urin. Hambatan terhadap ADH membuat produksi air urin meningkat. Disarankan bahwa untuk setiap cangkir kopi Anda meminum segelas air putih untuk mengisi kekurangan tersebut.

8. Obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dapat membuat Anda lebih sering pipis untuk sementara dan kembali normal setelah Anda berhenti minum obat.

9. Stroke atau penyakit neurologis lainnya. Kerusakan saraf yang mengendalikan kandung kemih dapat menyebabkan masalah fungsi kandung kemih, termasuk dorongan untuk buang air kecil yang terlalu sering dan tiba-tiba.

10. Kandung kemih terlalu aktif. Beberapa orang sering buang air kecil terutama di malam hari. Gejala ini disebut nokturia dan biasanya mempengaruhi orang berusia lebih dari 50 tahun, ibu hamil, pria dengan kanker prostat dan gagal jantung. Normalnya, produksi urin di malam hari berkurang sehingga Anda dapat tidur dengan damai. Dalam kasus nokturia, produksi urin tetap besar sehingga mengakibatkan sering buang air kecil.

Sumber: majalah kesehatan & lifestyle
loading...