WOW...!!! Dokter Kandungan Dibayar 150 Ribu Oleh BPJS Untuk Tindakan Secar!

Saya yakin teman sejawat saya dokter kandungan bekerja tulus ikhlas ingin membantu Ibu yg mengalami kesulitan lahir normal karena perdarahan akibat jalan lahir tertutup plasenta, karena letak lintang, karena ketuban pecah dini, terlilit tali pusat, dan indikasi lainnya.

Saya juga tidak pernah mendengar teman sejawat saya mengeluh dia dibayar 150.000 oleh BPJS, walau kadang merasa tidak adil aja dengan beban kerjanya tapi kebanyakan dari mereka hanya diam dan ttp bekerja seperti biasa walau sebenarnya dihargai secara tidak manusiawi dan alasannya klasik harus ikhlas utk menolong sesama.

Sebenarnya klaim nya secara keseluruhan adalah sekitar 4-5 juta rupiah tapi itu harus dibagi-bagi utk persiapan peralatan, obat2an, dokter bius, dokter anak, perawat, bidan, biaya kamar, administrasi dll sehingga yang diterima si dokter kandungannya sendiri akhirnya jatuhnya hanya Rp. 150.000 itupun dengan klaim sebesar itu rumah sakit benar2 harus memutar otak 7 keliling supaya bagaimana prosedur operasi bisa ttp berjalan baik dgn budget yg sangat minim.


Bisa dibayangkan dokter kandungnan/ obgyn itu dokter yang paling rawan dituntut oleh pasien. Di amerika dan eropa pun demikian kandunganlah dokter yg paling banyak terkena tuntutan. Karena memang pekerjaan dokter spesialis ini mempertaruhkan dua nyawa manusia, nyawa ibu dan janin sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan juga kewaspadaan dalam penanganan Ibu yang akan hamil hingga melahirkan.

Lalu kenapa menurut saya tidak adil jika dokter kandungan hanya dibayar 150.000 utk jasanya melahirkan Ibu hamil lewat Secar?

1. Bisa dibayangkan jika tiba2 jam 1 malam dokter ditelepon lantaran tiba2 ada ibu mengalami kesulitan lahir normal dokter dengan sigap langsung berangkat lantaran memang sudah jadi tugas dan kewajibannya utk menolong pasien. Saya yakin tidak ada dokter yg mengeluh dibangunkan malam2 seperti itu. Anda pasti pernah bukan saat sdg nyenyak tdr lantas tiba2 dibangunkan , pasti tidak nyaman bukan ? Kenyataan dilapangan pd akhirnya saking kurangnya tidur para dokter ini terpaksa harus tidur atau istirahat di ruang operasi utk kembali mengumpulkan tenaga.

2. Sekolah yang lama dan biayanya sangat mahal. Menjadi seorang dokter obgyn/kandungan dibutuhkan 6 tahun utk menjadi dokter umum lalu sekolah spesialis jika lancar 4 tahun


kebanyakan 5 tahun. Jadi dibutuhkan 11 tahun utk jadi dokter obgyn bs dibayangkan selama 11 tahun berapa byk biaya yg harus dikeluarkan. Saya kira tidak adil jika kinerja mereka hanya dihargai 150rb utk tindakan life saving upaya penyelamatan 2 nyawa manusia. Padahal pasien BPJS tiap bulan iuran rutin supaya mendapatkan perawatan terbaik dari dokter mereka.

3. Di akhir pekan dikala kebnyakan orang bisa kumpul keluarga, bisa jalan2 piknik dgn keluarga, dokter kandungan masih sibuk berkutat dirumah sakit jika ada pasien yang saat itu juga harus segera dilakukan tindakn secar karena persalinan normal tidak bisa dilakukan mereka pun tidak mengeluh dan memilih meninggalkan keluarganya utk lbh mengutamakan keselamatan Ibu dan janin pasien yg mereka tangani.

4. Dokter dan khususnya dokter kandungan walaupun sudah menjelaskan secara detail pd pasien, walaupun sdh menerangkan resiko2 operasi secar tp tetap saja masih sangat rawan tuntutan. Bisa dibayangkan tuntutanya tidak tanggung2 ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Bagaimana mungkin dokter yg sdh bekerja sesuai prosedur harus menerima tuntutan sebesar itu sementara jasa pelayanan yg mereka terima hanyalah 150.000. Kira2 berapa lama mereka kumpulakn uang utk bisa membayar tuntutan jika memang dikabulkan oleh pengadilan??

5. Tim operasi berdiri 1-2 jam utk melakukan tindakan pembedahan, mengiris demi iris lapisan kulit di perut Ibu menarik dan mengeluarkan janin dan menjahit kembali perut Ibu supaya kembali lagi seperti sedia kala. Itu bukanlah hal yang mudah. itu bukanlah hal yg sepele, nyawa Ibu dan janin dipertaruhkan sehingga dokter benar2 dibawah tekanan dan stressor tinggi. Bisa dibayangkan klo sehar ada 4-5 prosedur operasi seperti apa lunglainya badan? apa mereka mengeluh?? insaallah tidak kok krn semua demi keselamatan pasien mereka. Jadi saya kira kurang adil jika penghargaan yang diterima tidak sesuai dgn beban kerja mereka.

Sayangnya kadang msaih ada yg berpikir bahwa "nyatanya dokter kaya2 tuhh" maaf.. kaya itu relatif kok.. jgn krn lihat mobil atau rumah bagus lantas diblg kaya. bahkan bukan dokter pun jg banyak yaa pny mobil dan rumah bagus. Dokter bekerja keras makanya mereka bisa hidup cukup. Dokter bnyak yg berasal dari keluarga yg memang mampu krn utk sekolahnya saja biaya amat mahal jadi bs dibilang di negeri ini pintar saja tak ckup utk menjadi dokter, finansial pun harus cukup supaya pendidikan dpt berjalan lancar. Jadi blm tentu juga kemampuan finansial mereka berasal dari praktek mereka tp bisa dari sumber lain.

Mohon maaf sekali lagi ini bukanlah suatu curhatan atau pembelaan tapi hanya lbh pd keterbukaan supaya kita semua dapat saling menghargai dan harap maklum. Dokter juga manusia biasa, yang punya keterbatasan tenaga dan waktu. jadi jika suatu ketika anda lelah menunggu antri periksa dokter, atau anda kecewa karena kurangnya senyum dan penjelasan kami mohon harap maklum dan dimaafkan karena bahkan utk menarik bibr utk tersenyum saja sudah begitu letih.

Semoga tidak ada lagi pandangan bahwa mentang2 pasien BPJS lantas tidak dilayani dgn baik. Tidak ada semacam itu krn dokter dibayar 150.000 atau 1.000.000 pun akan memperlakukan pasien mereka dgm sama krn tujuannya semua utk kesembuhan dan keselamatan pasien mereka.Dan nyatanya sampai detik ini sama sekali walau hanya dibayar 150.000 tidak pernah terdengar ada protes apa lg mogok kerja krn sekali lg mereka tulus dan semoga BPJS dpt introspeksi dan menghargai jasa mereka para dokter dgn lbh baik krn pd akhirnya ini semua demi kepentingan pasien yg menjadi anggota dari BPJS itu sendiri.

Salam, dr. Wahyu Triasmara (drw) dikutip dri FBnya. (detiksiana.com)
loading...